Monday, 11 April 2016

Susahnya Bertemu Menteri Pendidikan



Ketidak ikhlasan yang timbul dalam batin membuat sebuah proses semakin lambat dan berjalan tidak mulus. Seperti halnya seorang guru.

Hari ini saya berkesempatan untuk menghadiri acara Bimbingan Teknis Pengelolaan Laboratorium untuk Guru SMA/SMK Kab. Bekasi tahun anggaran 2016. Acara dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kab. Bekasi yang baru menjabat 7 hari Bp. MA. Supratman. Acara dimulai dengan cerita masa lalu Pak Kedin saat masih SMA dan mengingat gurunya yang bisa membimbing hingga beliau bisa lulus sekolah. Selain itu beliau juga bercerita banyak tentang seni yang menurut saya sangat jadul, yah maklum beliau sudah muali mengabdi sejak tahun 1986 dan pindah ke Bekasi pada tahun 1989. Tahun itu saya bahkan mungkin belum direncanakan oleh kedua orang tua saya.
Saat penutupan dan pak Kadin mau keluar berganti ke SMA N 1 Cikpus untuk rapat masalah UN SMA/SMK saya sempat disapa dan saya merasa sangat bahagia. Mari kang. Yah namanya juga tanah sunda pasti akan dipanggil sesuai kulturnya. Semoga bisa ikut berkontribusi untuk kemajuan pendidkan seperti beliau.

Sesi selanjutnya adalah sesi pembahasan langsung dari pakarnya yang sudah sangat berpengalaman. Awal mulai beliau berbicara tentang perjuangannya saya terus merinding karena semua yang beliau ucapkan sangat sekali ingin segera saya lakukan. Tapi ... ah sudahlah. Mungkin sekarang belum saatnya. 

Beliau menceritakan salah satu perjuangan bahwa pada tahun 2010 beliau membimbing siswa OSN untuk melaju ke tingkat internasional dan diadu dengan 55 negara yang lain. Anak-anak dari Indonesia pada tahap awal bisa sempurna mendapatkan 3 medali emas pada sesi Knowladge atau pengetahuan dan pada sesi selanjutnya yaitu memahami, praktik dll belum maksimal hasilnya.

Nah keberhasalan siswa-siswi di Indonesia itu sebenarnya ada ditangan guru yang mengajarnya. Seberapa ikhlas perjuagan guru tersebut untuk memajukan pendidikan di Indonesia.
Ada 4 tipe guru menurut Wiliam Arthur
1. Guru yang biasa-biasa saja (memberi tahu)
2. Guru yang baik (menjelaskan)
3. Guru mempraktikkan (demostrasi) - Superior
4. Guru yang memotivasi dan pembelajar

Salah satu keajaiban di dunia ini adalah Guru-guru Indonesia tidak pernah mau mengakui kesalahanya, siswalah yang terus diasalahkan.


No comments:

Post a Comment

Designed ByBlogger Templates